MANGGARAI BARAT ( faktahukumriau.com ), Persaingan dalam ajang sepak bola bergengsi Sano Nggoang Cup I 2026 dipastikan akan berlangsung sengit. Salah satu tim yang mulai mencuri perhatian publik adalah Petani Keren FC, klub asal Desa Golo Mbu, Werang, Kecamatan Sano Nggoang, yang menyatakan kesiapan penuh untuk tampil kompetitif pada turnamen yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026 mendatang.
Klub ini dimiliki oleh dua figur muda yang dikenal memiliki visi besar terhadap pengembangan olahraga dan pemberdayaan masyarakat desa, yakni Kosmas Yafet Laca (Yft) dan Edison Hengki (Edi). Keduanya berkomitmen menjadikan Petani Keren FC sebagai kekuatan baru yang mampu bersaing dengan tim-tim terbaik di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Datangkan Pemain Berkualitas
Manajemen Petani Keren FC tidak ingin sekadar menjadi peserta pelengkap. Untuk menghadapi ketatnya persaingan, klub ini tengah mempersiapkan komposisi tim yang diperkuat oleh sejumlah pemain berkualitas dari berbagai daerah di NTT, bahkan membuka peluang mendatangkan talenta dari luar provinsi.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi membangun tim yang solid melalui kolaborasi antara pemain-pemain berpengalaman dan talenta muda lokal yang berasal dari Desa Golo Mbu serta wilayah Sano Nggoang pada umumnya.
Selain memburu prestasi, Petani Keren FC juga ingin memberikan ruang pembelajaran bagi pemain muda agar dapat memperoleh pengalaman berharga melalui interaksi dan kompetisi bersama para pemain yang telah memiliki jam terbang tinggi.
Filosofi di Balik Nama Petani Keren FC
Nama Petani Keren FC bukan sekadar identitas klub, melainkan mengandung filosofi yang kuat. Nama tersebut lahir dari perjalanan hidup kedua pemilik klub yang memilih berkarya di sektor pertanian meski memiliki latar belakang pendidikan tinggi.
Kosmas Yafet Laca dan Edison Hengki merupakan sarjana yang memilih menekuni pertanian modern, khususnya budidaya porang. Keputusan tersebut terbukti membuahkan hasil, hingga keduanya kini dikenal sebagai petani muda sukses di Kecamatan Sano Nggoang.
Melalui sepak bola, mereka ingin menyampaikan pesan bahwa profesi petani bukan lagi pekerjaan yang dipandang sebelah mata. Sebaliknya, petani masa kini adalah sosok yang mandiri, inovatif, serta mampu menciptakan peluang ekonomi dan kemajuan bagi daerahnya.
Misi Besar untuk Pemuda Desa
Edison Hengki menegaskan bahwa pembentukan Petani Keren FC membawa misi yang lebih besar daripada sekadar mengejar kemenangan di lapangan.
“Kami membentuk Petani Keren FC sebagai bukti bahwa anak-anak muda desa, khususnya para petani, memiliki kemampuan dan keberanian untuk bersaing di level yang lebih tinggi. Sano Nggoang Cup I menjadi panggung pembuktian bagi kami. Kehadiran pemain-pemain berkualitas bukan untuk pamer, melainkan untuk berkolaborasi dengan talenta lokal agar kualitas sepak bola di daerah ini semakin berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, Kosmas Yafet Laca menilai sepak bola dan pertanian memiliki kesamaan nilai, yakni kerja keras, strategi, disiplin, dan semangat pantang menyerah.
“Nama Petani Keren FC adalah identitas sekaligus kebanggaan kami. Kami ingin mengubah stigma tentang profesi petani. Melalui turnamen ini, kami ingin menunjukkan bahwa petani juga bisa berprestasi, membangun komunitas yang kuat, dan menghadirkan hiburan berkualitas bagi masyarakat. Target kami jelas, tampil kompetitif dan berjuang membawa pulang trofi juara,” katanya.
Tim yang Patut Diwaspadai
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, dukungan masyarakat, serta rencana perekrutan sejumlah pemain berkualitas, Petani Keren FC kini mulai disebut sebagai salah satu tim yang paling dinantikan penampilannya pada Sano Nggoang Cup I 2026.
Lebih dari sekadar klub sepak bola, Petani Keren FC hadir membawa semangat baru tentang bagaimana olahraga dapat menjadi sarana promosi potensi desa, pemberdayaan generasi muda, serta kebanggaan bagi para petani yang menjadi tulang punggung pembangunan daerah.
( Petrus)
